News Detail
Kinerja Sektor Pergudangan Berjaya Akibat E-Commerce

Rinaldi Mohammad Azka, Bisnis.com, Kamis, 15 Oktober 2020

Bisnis.com, JAKARTA - Meningkatnya permintaan pergudangan logistik di Indonesia sebagai pengaruh dari perubahan model pengiriman barang e-commerce. Kini, aktivitas dagang elektronik cenderung menaruh stok di wilayah pemasarannya sehingga mempercepat waktu pengiriman serta mengurangi biaya.

Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldi Ilham Masita menuturkan permintaan pergudangan logistik meningkat pada 2 tahun terakhir, karena banyak pelantar dagang elektronik yang mengubah model pengirimannya.

"Mereka mengubah dengan memakai banyak tempat penyimpanan stok barang agar bisa mengurangi ongkos kirim tetapi waktunya cepat. Jadi penggerak utamanya dari sektor e-commerce," ujarnya kepada Bisnis.com, Kamis (15/10/2020).

Tren ini terangnya akan berlanjut terus sampai 5 tahun ke depan karena memang faktor geografis Indonesia yang kepulauan membutuhkan banyak gudang, dan operasional gudang yang dibutuhkan oleh pelantar dagang-el memang berbeda dengan gudang-gudang yang biasa dipakai distributor perdagangan luar jaringan (luring).

Saat ini mayoritas gudang di Indonesia adalah model lama dan sudah tidak sesuai lagi dengan kemajuan teknologi dan kebutuhan pasar, sehingga investasi pergudangan yang masif juga diperlukan guna menggantikan gudang-gudang lama yang secara lokasi dan desain tidak tepat.

Di sisi lain, persentase gudang modern di Indonesia masih sangat jauh tertinggal dari negara-negara di Asean lainnya, bahkan Vietnam. Dengan demikian, investor baik asing maupun domestik yang masuk ke segmen ini akan sangat banyak.

Selain itu, kebutuhan gudang pendingin atau cold storage juga sangat besar di Indonesia karena kebutuhan mengakomodasi hasil perikanan, farmasi, dan bahan-bahan segar. Hal ini juga menjadi faktor pendorong tumbuhnya industri pergudangan dalam negeri.

"Kalau faktor perang dagang AS-China, saya agak meragukan karena lebih banyak industri yang pindah ke Vietnam atau Kamboja daripada Indonesia. Hal ini bergantung juga siapa Presiden AS berikutnya, bisa jadi perang dagang akan reda kalau Presidennya bukan Donald Trump," ujarnya.

Sebelumnya, Indonesia dikatakan akan memperoleh keuntungan besar karena meningkatnya ketegangan China–AS memicu pergeseran strategis dalam rantai nilai manufaktur dan logistik ke Asia Tenggara. Indonesia disebutkan akan memimpin pertumbuhan tahunan gabungan (compound annual growth rate/CAGR) di bidang properti logistik sebesar 41 persen dari 2015 hingga 2025 karena memperluas cakupan pergudangan ke kota-kota lapis kedua, bahkan hingga perdesaan.

 

Sumber:

https://ekonomi.bisnis.com/read/20201015/98/1305559/kinerja-sektor-pergudangan-berjaya-akibat-e-commerce

 


Back to List

25 Nov 2020

Distribusi Vaksin Covid-19 Dimonopoli BUMN, Cuan Swasta Minim

Rinaldi Mohammad Azka, Bisnis.com, Selasa, 24 November 2020

23 Nov 2020

Industri Logistik Bangkit 2021

Sanya Dinda, Investor.id, Minggu 22 November 2020

19 Nov 2020

Protes Tarif Sandar Kapal Bakal Naik, Pengusaha Anggap Menhub Gagal  

Francisca Christy Rosana, Tempo.co, Rabu 18 November 2020

19 Nov 2020

Pelaku Usaha Logistik Tolak Rencana Kenaikan Biaya Sandar Kapal

Rinaldi Mohammad Azka, Bisnis.com, Selasa, 17 November 2020

12 Nov 2020

Bandara Soekarno Hatta Lumpuh 8 Jam Buat Pengusaha Rugi Miliaran Rupiah  

Khoirul Ma’ruf, Pikiran-rakyat.com, Rabu 11 November 2020

12 Nov 2020

Pengusaha Logistik Rugi Rp10 Miliar Terdampak Kerumunan Simpatisan Rizieq Shihab

Tira Santia, Merdeka.com, Rabu 11 November 2020

11 Nov 2020

Imbas Macet-Delay, Pengiriman Barang Lewat Bandara Soetta Telat Sehari

Detik.com, Selasa 10 November 2020

11 Nov 2020

Pengusaha Logistik Rugi Miliaran Rupiah, Imbas Penjemputan Habib Rizieq Buat Pengiriman Ngaret

Gilang Pranajasakti, Pikiran-rakyat.com, Selasa 10 November 2020

09 Nov 2020

Ini dua sektor bisnis yang tumbuh pesat di kuartal III-2020

Muhammad Julian, Kontan.co.id, Senin 09 November 2020

Copyright © 2015 Asosiasi Logistik Indonesia. All Rights Reserved